Ahad, 6 Disember 2015

RENUNGAN : BALASAN BAGI SETIAP PERBUATAN




KISAH NYATA - PEMUDA YANG BERZINA


Bismillahir-Rahmaanir-Rahim

Allah s.w.t berfirman:  
“Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk.” 
(QS. Al-Israa’, 17:32)

Allah bahkan melarang kita untuk mendekati zina kerana kerosakan yang dihasilkannya. Bahkan mendekati zina saja tidak boleh, kerana hal itu lama-lama akan menjerat kita untuk berbuat zina.

Ada sebuah kisah nyata yang diberitakan dalam suratkhabar Arab. Yang menceritakan kisah ini adalah orang yang berzina itu sendiri. Dia meminta kepada media agar tidak menyiarkan namanya dan hanya ingin agar orang-orang mengetahui kisahnya. Dia pun bercerita seperti berikut :


Aku sedang menjalani kuliah di sebuah kampus dan punya banyak kenalan dengan para gadis. Pada suatu ketika aku bertemu seorang gadis. Dari situ kami semakin rapat sampai akhirnya aku melakukan hubungan terlarang dengannya. Kami berulang kali melakukannya sampai dia menjadi hamil keranaku. Dan ketika gadis itu menceritakan tentang kehamilannya pada keluarganya, abangnya datang untuk bersemuka denganku. Aku pun berusaha menghindar dan berkata, “Aku tidak mengenal gadis ini. Carilah orang lain yang menghamilinya.” Kemudian aku meninggalkannya dan pergi. Dan kerana mereka tidak punya bukti untuk membuktikan kesalahanku, mereka membiarkanku.

Aku melupakan kejadian ini. Tahun demi tahun pun berlalu. Aku pulang ke rumah pada suatu hari dan mendapati ibuku pengsan di lantai. Aku mencuba menyedarkannya, dan ketika dia sedar, dia berteriak dan pengsan lagi. Aku menyedarkannya kedua kalinya, tapi lagi-lagi dia menjerit dan pengsan. Aku mencubanya sampai tiga kali dan berkata: “Ibu, apa yang terjadi?” Sambil berteriak dia berkata: “Adikmu!”

Aku bertanya: “Apa yang terjadi dengan adikku?” “Dia dihamili tetangga” ibuku berteriak.

Jadi aku mengunjungi tetangga itu dan bersemuka dengannya sampai dia berkata padaku. Kata-katanya seperti anak panah yang menikam hatiku. Tahukah apa yang dia katakan? Dia berkata: “Aku tidak mengenal adikmu. Cuba tanyakan orang lain yang menghamilinya.” Masya Allah. Kata-katanya sama seperti yang ku ucapkan kepada keluarga gadis yang ku hamili bertahun-tahun lalu.

Aku mengalami tekanan jiwa yang berat kerananya. Setelah bertahun-tahun berlalu, aku memutuskan untuk menikah. Setelah bertunangan dan melakukan akad nikah, kami siap untuk mengadakan pesta pernikahan. Pada hari pesta pernikahan aku mengetahui fakta yang membuatku terkejut. Pasanganku pernah melakukan zina sebelumnya. Dia berkata padaku: “Tutupi keburukanku, semoga Allah juga menutupi keburukanmu.” Aku berkata dalam hati: “Sudah cukup Tuhanku. Aku sudah menjalani cukup hukuman!”

Jadi aku menghela nafas mencuba menelan cubaan ini. Dan aku menghabiskan banyak waktu dengan isteriku sampai dia melahirkan seorang bayi perempuan yang menjadi pelita hatiku. Kemudian ketika dia berusia 6 tahun, anakku datang dari luar dengan menangis. Ternyata penjaga rumah telah memperkosanya.


Saudara/saudariku tersayang, jangan katakan hukumannya terlalu berat bagi seorang penzina. Gadis dari kampus yang berzina dengannya di awal cerita juga punya seorang saudara yang bersedih kerananya. Jadi Allah memberikannya hukuman kepada adik perempuan si pemuda. Dan gadis di kampus itu mempunyai seorang suami kelak, maka Allah memberi ujian melalui isteri si pemuda! Dan gadis itu juga mempunyai ayah yang hatinya hancur kerananya, jadi Allah memberikan ujian juga kepada anak perempuan si pemuda! Apa yang akan kita tuai tergantung dari perbuatan kita. Jadi dia harus menanggung hukuman atas perbuatannya.

Dan untuk orang-orang yang tidak bersalah dalam kisah ini, maka itu cubaan untuk mereka. Allah mengangkat darjat mereka dan menghapus dosa-dosa mereka kerananya.

Saudara/saudariku, Maha Suci Allah! Allah akan membalaskan para wanita yang dinodai oleh lelaki. Jadi berhati-hatilah! Namun apabila di antara pembaca ada yang pernah berzina, janganlah berputus asa. Bertaubatlah kepada Allah s.w.t. Sebab Allah berfirman dalam hadis qudsi: “Wahai keturunan Adam, meskipun anda datang kepada Ku dengan dosa sebesar bumi kemudian anda menghadap Ku, tidak menyekutukan Ku, Aku akan membawakan kepadamu ampunan sebesar dosa itu.” (H.R. Tirmidzi, Hadis sahih)


Wallahu a’lam bish Shawwab ....

Semoga tulisan ini dapat membuka pintu hati kita yang telah lama terkunci ...


# BERSIHKAN HATI MENUJU REDHA ILAHI #

Subhanallah wabihamdihi Subhanakallahumma Wabihamdika Asyhadu Allailaaha Illa Anta Astaghfiruka Wa'atuubu Ilaik